Temanku

November 5, 2009

kompas
Liputan6
radarcirebon
ziddu

RANGKUMAN MATERI PKN UNTUK SMP

Juni 12, 2009

RANGKUMAN MATERI PKN
PERSIAPAN UJIAN SEKOLAH
TP. 2009/2010

A. NORMA
1. Pengertian Norma

– Norma adalah kaidah atau aturan yang berlaku sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari-hari
– Kebiasaan adalah sesuatu yang telah biasa dilakukan oleh setiap warga masyarakat
– Adat Istiadat adalah sesuatu kebiasaan yang kekal dilakukan turun temurun dari generasi ke generasi sehingga menyatu dengan pola perilaku masyarakat.
– Peraturan adalah petunjuk, kaidah dan ketentuan yang dibuat untuk mengatur manusia sebagai anggota masyarakat.

2. Sifat Norma
– Bersifat abadi, Norma Agama bersifat abadi dan universal karena diberlakukan untuk manusia di dunia dan untuk selama-lamanya
– Bersifat Lokal, Norma Adat, Kesopanan, Kesusilaan, Norma-norma tersebut tumbuh berkembang dan hidup terpelihara dalam masyarakat tertetu saja.
– Bersifat Tegas, Norma Hukum, sanksi dari pelanggaran norma hukum jelas dan tegas

3. Macam-macam Norma
– Norma Agama, Sumber = Kitab Suci. Sanksi bagi pelanggar = Sanksi dari Tuhan (dosa)
– Norma Kesusilaan, Sumber = Hati Nurani. Sanksi bagi pelanggar = Sanksi Sosial.
– Norma Kesopanan, Sumber = Tata Pergaulan dalam Masyarakat. Sanksi bagi pelanggar = Sanksi Sosial.
– Norma Hukum, Sumber = Negara/Pemerntah. Sanksi = Sanksi Hukuman
– Norma Adat, Sumber = Tradisi/adat yang berlaku setempat. Sanksi = Sanksi Sosial.

B. PROKLAMASI
1. Pengertian Kemerdekaan

– Kemerdekaan berasal dari kata “Merdeka”, yang artinya bebas. Secara umum Kemerdekaan berarti Susana hidup bebas dan terlepas dari ikatan atau tekanan dari orang atau bangsa lain.

2. Makna/hakikat pentingnya kemerdekaan
– Proklamasi berarti Pembebasan Bangsa
Proklamasi 17 Agustus 1945 berarti bangsa kita lepas dari belenggu penjajahan, menjadi bangsa yang bedaulat dan bermartabat, bebas dari intervensi bangsa asing sehingga dapat mengatur bangsa sendiri demi mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
– Proklamasi berarti Pembangunan Bangsa
Kemerdekaan merupakan modal dasar pelaksanaan pembangunan, dalam keadaan terjajah kita tidak mungkin dapat melaksanakan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
– Proklamasi sebagai Jembatan Emas
– Proklamasi merupaka jembatan emas bagi bangsa Indonesia untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur, kemerdekaan membeikan harapan yang besar bagi bangsa Indonesia untuk membangun sesuai dengan keinginan rakyat menuju masyarakat yang adil dan makmur.
– Proklamasi sebagai Titik Kulminasi (Puncak) Perjuangan Bangsa
Merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia yang berabad-abad lamanya untuk terlepeas dari belenggu penjajah.

3. Suasana kebatinan Konstituasi Pertama
– BPUPKI membuat rancangan UUD pada siding tanggal 10 – 16 Juli 1945
– Tanggal 17 Agustus 1945, Atas nama Bangsa Indonesia Soekarno – Hatta memproklamirkan Kemerdekaan Negar RI
– Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI membahas dan menetapkan konstitusi pertama di Indonesia yaitu UUD 1945, yang merupakan usulan dari Bung Hatta yang mendapat perubahan pada sila Pertama Pancasila dan Bab III pasal 6. Sila Pertama Pancasila menyatakan bahwa “Bedasarkan kepada Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk – pemeluknya” diubah menjadi “Berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa”.

4. Sikap Positif terhadap Kemerdekaan
– Tekun belajar dan terus mengembangkan serta memperluas pengetahuan, wawasan dan keterampilan.
– Meningkatkan keimanan dan Budi Pekerti Luhur.
– Memtuhi Segala Norma dan Hukum yang berlaku.
– Menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
– Memiliki semangat persatuan dan kesetiakawanan social yang tinggi.

C. HAK AZASI MANUSIA
1. Pengertian HAM

– Hak dasar yang dimiliki oleh manusia yang merupakan anugerah/pemberian dari Tuhan YME secara kodrati kepada manusia sejak lahir.
– Hak Asasi = Hak Hidup Merdeka, Hak Memeluk agama, Hak Mengeluarkan Pendapat, Hak Mendapat perlakuan yang sama tanpa perbedaan kedudukan dalam masyarakat dan perbedaan warna kulit.

2. Instrumen HAM di Indonesia
– UUD 1945, Pasal 28 A – 28 J
– Ketetapan MPR RI Nomor XVII/MPR/1998, tentang Hak Asasi Manusia (HAM).
– Ketetapan MPR RI Nomor IV/MPR/1999, tentang GBHN 1999-2004, Penjaminan kondisi aman, damai dan tertib dan ketenteraman masyarakat; perwujudan sisitem hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan hak asasi manusia yang berlandaskan keadilan dan kebenaran.
– UU RI Nomor 39 Tahun 1999, tentang Hak Asasi Manusia.
– Lembaga KOMNAS HAM
– Lembaga Kepolisian Negara RI
– Lembaga Komisi Perlindungan Anak Indonesia

D. KEBEBASAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT
1. Pengertian Kebebasan Mengemukakan Pendapat

– Hak setiap warga Negara untuk menyampaikan piiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Dasar Hukum Kebebasan Menngemukakan Pendapat di Indonesia
– Universal Declaration of Human Rights (Pernyataan Sedunia tentang Hak Asasi Manusia).
– UUD 1945
– UU RI Nomor 9 Tahun 1998, tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

3. Sikap Positif Pelaksanaan Kebebasan Mengemukakan Pendapat
– Kebebasan yang bertanggung jawab; Kebebasan seseorang harus selalu memperhatikan batas-batas penghargaan terhadap orang lain; Kebebasan seseorang harus senantiasa mengindahkan nilai-nilai dan norma-norma kesusilaan, hukum Negara, dan adat istiadat yang berlaku.
– Senentiasa berbuat dengan memperhatikan hak orang lain
– Senantiasa mengedepankan Musyawarah untuk mufakat

E. IDEOLOGI
1. Pengertian Ideologi

– Suatu kumpulan gagasan, ide-ide dasar, keyakinan serta kepercayaan bersifat sistematis yang memberikan arah dan tuuan yang hendak dicapai dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan Negara.

2. Ideology Pancasila
– Bangsa Indonesia telah menentukan Pancasila sebagai Ideologi Nasional yang digali dari pandangan hidup bangsa Indonesia sendiri.
– Pancasila mempunyai dua fungsi pokok yaitu sebagai dasar Negara dan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia

3. Sikap Positif terhadap Ideology Pancasila
– Pancasila adalah dasar Negara, Sebagai warga Negara kita harus menyadari bahwa mempertahankan ideology Pancasila bukan saja merupakan tangung jawab pemerintah, tetapi juga tangung jawab seluruh rakyat Indonesia.
– Upaya mengamankan Pancasila sebagai dasar Negara dan ideology Negara pada dasarnya dapat dilakukan dengan dua cara; yaitu Preventif dan represif.
– Preventif (Pencegahan), dengan cara; membina keadaan wawasan Nusantara, membina kesadaran Ketahanan Nasional, melaksanakan sisten dokrin hankamrata, dan meningkatkan pengertian, pemahaman dan penghayatan tentang Pancasila melalui pendidikan
– Represif (Tindakan), dengan cara; membasmi bahaya yang mengancam Pancasila baik dari dalam negari maupun dari luar negeri, seperti dengan cara memenjarakan orang yang terlibat; pemberontakan, penghianatan terhadap Negara, pelanggar hukum, tindakan merongrong Pancasila dan subversi (melecehkan Negara dan pemerintah)

F. KONSTITUSI
1. Pengertian Konstitusi

– Konstituasi adalah segala ketentuan dan aturan tentang ketatanegaraan.

2. Konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia
– 18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949, Konstitusi Pertama yaitu UUD 1945
– 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950, Konstitusi RIS
– 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959, UUDS 1950
– 5 Juli 1949 – sekarang, UUD 1945
– Amandemen I, 19 Oktober 1999
– Amandemen II, 18 Agustus 2000
– Amandemen III, 9 November 2001
– Amandemen IV, 10 Agustus 2002

3. Bentuk-bentuk Penyimpangan terhadap konstitusi di Indonesia
– Bentuk penyimpangan ketka diberlakukannya UUD 1945 sebelum amandeman (18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949)
• KNIP berubah fungsi dari pembantu presiden menjadi badan yang memiliki kekuasaan legislative dan ikut menetapkan GBHN.
• Sistem cabinet presidensial berubah menjadi parlementer

– Bentuk penyimpanngan ketika berlakunya UUDS 1950:
• Bergantinya system cabinet presidensial menjadi parlementer

– Masa ORLA
• Penyimpangan bidang politik, ekonomi, hukum ketatanegaraan dan social budaya

– Masa Orde Baru
• Praktik KKN, Politik Uang (Money Politic), Pelanggaran terhadap Hak-hak Politik, dan sentralisasi kekuasaan.

G. PERUNDANG-UNDANGAN NASIONAL
1. Pengertian/hakikat Perundang-undangan

– Peraturan perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga Negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum.

2. Fungsi Peraturan Perundang-undangan
– Mengatur hubungan antar manusia dalam hidup bermasyarakat.
– Menjaga dan melindungi hak-hak warga Negara
– Menyelesaikan masalah-masalah/sengketa-sengketa secara adil.
– Mengatur jalannya pemerintahan Negara.

3. Tata Urut Perundangan di Indonesia (UU No. 10 Tahun 2004)
– UUD 1945
– UU/PERPU
– PP
– PERATURAN PRESIDEN (PEPRES)
– PERDA

Menurut TAP MPR NO. III/MPR/2000:
– UUD 1945
– TAP MPR
– UU
– PERPU
– PP
– KEPRES
– PERDA

H. DEMOKRASI
1. Pengertian Demokrasi

Dempkrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Demos = rakyat, kratos/kratin = pemerintahan. Demokrasi berarti pemerintahan rakyat, rakyatlah yang berkuasa. Pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat (Abraham Lincoln/Presiden AS ke-16)

2. Bentuk-bentuk Demokrasi
Ditinjau dari pelaksanaannya;
• Demokrasi langsung (Direc Democracy)
• Demokrasi Tidak Langsung (Indirec Democracy)
Menurut Prinsip Ideologi:
• Demokrasi Liberal
• Demokrasi Rakyat
• Demokrasi Tersendiri

I. KEDAULATAN RAKYAT
1. Pengertian Kedaulatan Rakyat

Kedaulatan berasal dari bahasa Arab “Daulah” yang berarti kekuasaan. Kedaulatan berarti kekuasaan tertinggi di suatu Negara/pemerintahan.

2. Teori Kedaulatan
• Kedaulatan Tuhan
• Kedaulatan Negara
• Kedaulatan Raja
• Kedaulatan Hukum
• Kedaulatan Rakyat

3. Kedaulatan Indonesia menurut UUD 1945
• Kedaulatan Rakyat, Alinea Pembukaan UD 1954 dan Pasal 1 ayat (2) UD 1945
• Kedaulatan Hukum, Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945 dan Pasal 27 Ayat (1) UUD 1945

4. Teori Pembagian Kekuasaan menurut Montesquieu
• Legislatif, Kekuasaan membuat Undang-Undang
• Eksekuti, Kekuasaan pelaksana Undang-Undang
• Yudikatif, Kekuasaan untuk mengawasi pelaksanaan Undang-Undang

J. PEMBELAAN NEGARA
1. Pengertian Negara

Negara pada dasarnya dipahami sebagai suatu kenyataan yang bercorak politis dan yuridis, yang terdiri atas masyarakat manusia yang mendiami suatu wilayah tertentu dan tunduk pada suatu penguasa tertinggi.

2. Unsur-unsur Negara
• Penduduk yang menetap
• Wilayah tertentu
• Pemerintahan yang berdaulat
• Pengakuan dari Negara lain

3. Dasar Hukum Bela Negara
Pasal 27 Ayat (3) UUD 1945

4. Bentuk-bentuk Usaha Pembelaan Negara
• Mengikuti Pandidikan Kewarganegaraan
• Pelatihan Dasar Militer
• Mengabdikan diri sebagai Prajurit TNI atau POLRI
• Pengabdian kepada Negara sesuai dengan Profesi

K. OTONOMI DAERAH
1. Pengertian/Hakikat Otonomi Daerah

Otonomi daerah adalah hak dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

2. Dasar Hukum Otonomi Daerah
UU Nomor 32 Tahun 2004

3. Perangkat Pemerintah Daerah
Kepala Daerah
DPRD

L. GLOBALISASI
1. Pengertian Globalisasi

Globalisasi berasal dari kata “Globe” selanjutnya lahir istilah global yang artinya meliputi seluruh dunia. Globalisasi adalah suatu proses mendunia, proses dibentuknya suatu tatanan, aturan dan system yang berlaku bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia.

2. Arti Penting Globalisasi bagi Indonesia
• Sebagai ancaman, Lebih banyak berdampak negatif, seperti merebaknya konsumerisme, materealisme, hedonisme, anarkisme dll
• Sebagai Peluang, Indonesia dapat menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia mampu bersaing dengan Negara-negara lain, bila bangsa Indonesia dapat menguasai IPTEK.

3. Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Aktif
Politik Luar Negeri adalah suatu strategi, pola perilaku dan kebijakan suatu Negara berhubungan dengan Negara lain ataupun dunia internasional.
• Bebas = Bangsa Indonesia bebas menentukan sikap dan pandangan terhadap berbagai permasalahan internasional dan terlepas dari ikatan antara blok barat dan blok timur.
• Aktif = Indonesia senantiasa aktif memperjuangkan terwujudnya perdamaian dunia

4. Bentuk-bentuk Hubungan Internasional
• Bilateral = hubungan Internasional antara 2 negara
• Multilateral = hubungan Internasional lebih dari 2 negara

5. Dampak Globalisasi
• Dampak Positif
Bidang Politik, memberikan perubahan terhadap kedaulatan Negara yang mulanya dimiliki secara penuh oleh suatu Negara berangsur berubah mengalami penyesuaian dengan kepentingan global. dll
Bidang Ekonomi, membuka adanya pasar internasional sehingga barang-barang produk luar negeri telah terpasarkan dalam suatu Negara.dlleknologi dan informasi, dapat memungkinkan seseorang mendapatkan informasi lintas Negara sehingga komunikasi antar Negara dapat menghemat waktu.
• Dampak Negatif
Bidang Politik, masuknya campur tangan Negara lain dalam pelaksanaan kedaulatan suatu Negara karena ketergantungan hutang misalnya.dll.
Bidang Ekonomi, kapitalisme tumbuh subur, negara2 kuat bersekongkol mencari keuntungan di negara2 yang lemah.dll
Sosial Budaya, Nilai-nilai budaya local mulai luntur tergeser oleh budaya Negara besar yang belum tentu baik untuk bangsanya. Dll
Diambil dari berbagai Buku Paket Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMP Kelas 1,2 dan 3.

TIPS BERJALAN DI GUNUNG

Juni 11, 2009

TIPS BERJALAN DI GUNUNG

Melakukan perjalanan di gunung pasti berbeda denga melakukan perjalanan ( berjalan )di jalan raya yang rata atau jalan – jalan di mall dengan menaiki elevator atau escalator.Berjalan di gunung kita akan melewati punggung gunung,memanjat tebing atau menuruni lembahyang dalam,disamping harus membawa beban ransel yang berisi makanan dan segala perlengkapanyang kita perlukan.Tentunya kita memerlukan stamina dan keahlian yang mendukung perjalanannya.
Nah, Apa saja sih yang kita ketahui sebagai seorang yang biasa berjalan di gunung atau disebut pendaki gunung? Mungkin Tips atau teknik ini dapat menambah wawasandan berguna bagi kita agar nyaman dan aman waktu melakukan perjalanan di gunung.

• Pertama yang kita perlu perhatikan sebelum melakukan perjalanan di gunung adalah sepatu,usahakan sepatu yang digunakan adalah sepatu trecking,dengan ukuran sepatu leih besar yang kita pakai sehari – hari.Misalnya ukuran sepatu kita 40,maka dianjurkan saat mendaki gunung kita memakai sepatu no 41,dengan memakai kaos kaki rangkap.Sebelum memakai kaos kaki pastikan kaki sudah kering benar, kalau tidak,di pastikan kaki anda akan bau tak sedap.
• Mulailah berjalan dengan langkah yang pendek ( kecil ),ini membuat nafas kita teratur sehingga akan menghemat tenaga.
• Makanlah sedikit garam untuk menghindarkan keram juga untuk mengganti hilangnya kadar garam dalam tubuh yang keluar lewat cucuran keringat.Waktu berjalan di gunung perhatikan betul (konsentrasi ) terhadap jalur yang kita lewati,pikiran jangan melayang kemana – mana.
• Jangan memotong jalur yang sudah ada kalau tidak mau kesasar.Karena secara ilmiah,jalur pendakian di gunung berkelok – kelok sehingga jika memotong jalur yang sudah ada biasanya akan lebih curam dan terjal yang berakibat tenaga akan terkuras.
• Hafalkan lintasan – intasan atau jalur yang dilewati,kenali tanda medan disekitarnya untuk mengantisipasi kalau pulang agar tidak tersesat.
• Jika terpaksa harus membuka jalur baru,mulailah dengan teliti dan hati – hati.Tentukan duou posisi kita di peta,lalu pastikan jalur yang akan diambil atau dibuka.
• Ingatlah untuk tidak berjaan jauh dari jalan setapak.Jika melalui daerah kawah,berhati – hatilah jangan sampai terkena gas beracun.Setelah berjalan selama satu jam, istirahatlah selama sekitar 10 menit untuk rileks sebentar.
• Pada waktu istirahat / berhenti,duduklah dengan posisi kaki diluruskandiatas badan kita dengan tujuan untuk mengembalikan aliran darah agar normal kembali.karena selama berjalan sebagian besar darah turun dan terpusat dikaki.Selain itu juga untuk menghindari kejang / keram pada kaki.
• Minumlah sedikit air hangat dan manis.Makanlah beberapa makanan ringan yang banyak mengandung kalori,misalnya coklat.kenapa kita harus minum minuman yang hangat,karena pada waktu kita berjalan tubuh kita kondisinya hangat / panas sehingga bila kita minum air dingin maka akan terjadi kontradiksi tubuh yang mencolok yang bisa mengakibatkan keinginan kencing tetapi sedikit – sedikit,yang tentunya akan mengganggu perjalanan.
• Jangan meminum minuman beralkohol yang seringkali dianggap dapat menghangatkan tubuh.minuman beralkohol dapat mengakibatkan pembuluh darah mengembang sehingga udara dingin memperoleh peluang untuk menyusup kedalam tubuh.Selain itu juga menyebabkan mabuk,bagaimana mau naik gunung kalau mabuk?
• Waktu beristirahat jangan terlalu lama,karena otot – otot yang sudah panas dan kencang akan menjadi dingin dan kendur sehingga memerlukan pemanasan kembali.
• Disamping memilih lokasi istirahat yang terlindung dari hembusan angin,pilihlah juga lokasi yang lebih tinggi,karena secara kejiwaan dengan melihat pemandangan yang indah akan sedikit mengobati rasa lelah kita.

Demikianlah sedikit tips cara berjalan atau mendaki gunung.Namun tentunya cara ini bukanlah satu patokan yang baku,yang bisa kita tambah dengan modifikasi yang disesuaikan dengan pengalaman kita.Selamat berjalan – jalan di gunung dan ingatlah selalu,jika kita berangkat dengan selamat maka kembalipun harus selamat pula.
Salam Rimba!!!!!
Haris Panjul

PENGETAHUAN DASAR SURVIVAL

Juni 11, 2009

PENGETAHUAN DASAR SURVIVAL

Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu. Dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis. Sedangkan Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk. Survival adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. Survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. Kuncinya adalah menggunakan otak untuk improvisasi. Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya.
Dalam situasi survival janganlah tergesa-gesa menentukan prioritas survival karena dapat berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan berakibat fatal. Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi dapat menguntungkan karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas dalam mencapai tujuan akhir. Dalam keadaan survival diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan tubuh, bukan mutlak mengerti secara fisik tetapi memahami reaksi atau dampak akibat pengaruh lingkungan. menggunakan pengetahuan dalam usaha mengatur diri saat keadaan darurat adalah kunci dari survival. Pengaturan disini adalah memelihara ketrampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru, tidak hanya badan terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup. Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival.
Dalam kondisi survival tantangan yang sangat dominan adalah sikap mental atau psikologis untuk mencari kebutuhan tubuh dan untuk memperolehnya dibutuhkan gagasan-gagasan dengan dasar pertimbangan dari pengalaman atau pendidikan yang pernah diikutinya, pengalaman hidup dengan resiko tinggi dan aktivitas menantang terbukti dapat membuat orang belajar untuk berbuat yang lebih baik dan melakukan adaptasi efektif.

Berikut adalah contoh susunan prioritas dalam keadaan survival :
1. Tentunya yang paling utama adalah udara. bernafas dilakukan setiap detik untuk bertahan hidup oleh karena itu udara mendapat prioritas utama untuk bertahan hidup. survival tanpa udara umumnya hanya bertahan selama 3 sampai 5 menit.
2. Selanjutnya dibutuhkan perlin-dungan, dari cuaca buruk dan keganasan alam. sejak keberadaannya manusia dibatasi lingkungannya sendiri mulai dari temperatur yang sangat berpengaruh pada tubuh. Untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat melindunginya contohnya api yang dapat menghangatkan dan menjaga temperatur tubuh, jika tidak ada rumah, tenda atau gua. Api dapat dimasukkan kedalam prioritas kedua
3. Istirahat, sepele namun dibutuhkan, dengan istirahat jaringan tubuh akan terbebas dari CO2, asam dan pemborosan lain. Istirahat yang dimaksud adalah istirahat fisik dan juga mental sebab stress dapat mengurangi kemampuan untuk bertahan. Dengan demikian istirahat dapat dimasukkan kedalam prioritas ketiga.
4. Air. Kehilangan cairan dan kondisi air yang tidak dapat diminum adalah persoalan didalam survival. Tubuh manusia kira-kira terdiri dari 2/3 jaringan yang mengandung air dan merupakan bagian sistem sirkulasi di dalam organ tubuh. Air dapat menjaga suhu tubuh, memperlancar buang air dan mencerna makanan. Kondisi lingkungan yang exstrem tanpa air dapat mengurangi kemampuan bertahan hidup hingga tiga hari, sehingga air dapat dimasukkan kedalam prioritas keempat. Sangatlah bijaksana apabila pemakaian air dapat dihemat.
5. Tubuh manusia membutuhkan makanan tiga kali sehari. Tetapi sementara banyak manusia di benua lain hanya dapat makan sekali sehari atau bahkan tidak makan berhari-hari. Catatan menunjukkan bahwa tanpa makanan survivor dapat bertahan selama 40 sampai 70 hari. Keharusan untuk mendapatkan makanan adalah prioritas terakhir dalam survival. Penghematan energi adalah salah satu cara untuk mengimbangi kekurangan makanan.

Indramayu, 11 Juni 2009
Abdul Haris Panjul/Kadal Rimba

MEDIA GAMBAR PKN

Juni 10, 2009

peta ind511px-Garuda_Pancasila,_Coat_Arms_of_Indonesia.svg

ged-dpr


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.